News

Polokarto Jadi Kecamatan dengan Angka Stunting Tertinggi di Sukoharjo

08 May 2023 | News | Christina T.M. | 342 Views

Penulis: Magdalena Naviriana Putri | Kaled Hasby Ashshidiqy | Editor: Kaled Hasby Ashshidiqy
 

Solopos.com, SUKOHARJO — Tingginya angka stunting masih menjadi persoalan krusial yang harus diatasi Pemkab Sukoharjo. Angka stunting di Kabupaten Jamu ini masih 6,72%. Polokarto menjadi kecamatan dengan kasus tertinggi di Sukoharjo.

Menurut informasi yang dihimpun Solopos.com, stunting tertinggi ada di Desa Mranggen, Polokarto dengan 98 kasus. Sejumlah upaya dilakukan Pemkab untuk mengatasi masalah tumbuh kembang anak ini. Salah satunya dengan menggelar Rembuk Stunting Festival di The Park Mall Solo Baru, Grogol, Sukoharjo sejak Rabu-Minggu (3-7/5/2023).

Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Dinas Pengendalian Peduduk KB dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pertanian dan Perikanan, serta Dinas Sosial.

Sejumlah perusahaan swasta dan rumah sakit turut mendukung acara ini. “Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan stunting dengan target zero stunting dalam upaya kota layak anak,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sukoharjo, Sri Haryanti.

Festival ini menghadirkan sejumlah kegiatan dari dinas-dinas yang terlibat seperti berbagai talkshow untuk ibu hamil, remaja tentang anemia, dan pola asuh anak.

Lebih lanjut Sri Hariyanti memaparkan stunting harus dicegah dari hulu terutama pada anak remaja. Angka stunting Kabupaten Sukoharjo sempat di angka 8,10% dari hasil penimbangan serentak yang dilaksanakan pada Agustus 2022. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pada 2021 yang berada di 7,11%. Namun perbandingan itu tak sepenuhnya tepat mengingat data yang diambil menggunakan cara yang berbeda.

Sementara itu, Business and Marketing Director The Park Mall, Danny Johannes, mengatakan Rembuk Stunting Festival dilatarbelakangi keprihatinan masih tingginya angka stunting di Sukoharjo. Melalui kegiatan ini, The Park Mall berupaya memberikan wadah untuk merangkul seluruh elemen untuk saling berkolaborasi untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Program Corporate Social Responsibility itu berlangsung di Main Atrium The Park Mall.

Danny membeberkan beberapa event dihadirkan selama Rembuk Stunting Festival di antaranya kampanye Atasi Anak Stunting dengan Konsumsi Algae Spirulina atau gerakan Anting Si Gana. Gerakan tersebut merupakan terobosan yang di luncurkan kali pertama di Indonesia.

Selain itu, ada pula kegiatan Pemilihan Duta Genre Kabupaten Sukoharjo; Gerakan Masyarakat Sehat Gemar Makan Ikan; Pengecekan Kesehatan; Talkshow Kesehatan; Talkshow Parenting; Edukasi terkait Kesehatan Gigi, Gusi, dan Mulut; serta berbagai program yang diharapkan dapat berkesinambungan ke depannya.

“Kami berharap dengan kolaborasi semua pihak, baik swasta dan pemerintah, mampu menciptakan sinergisitas program yang berkelanjutan. Ini juga sekaligus dapat menjadi pioner bagi daerah lainnya di Indonesia untuk percepatan penurunan stunting,” jelas Dhanny.

Sunber: Solopos