News

Merasakan Gurihnya Mi Kocok Sunda di Warung Makan Sunda Bu Momoh di The Park Mall Solo Baru

26 January 2019 | News | Christina T.M. | 161 Views

Mengusung cita rasa masakan Sunda yang gurih dan lezat, Warung Makan Sunda Bu Momoh hadir di The Park Mall Solo Baru, Sukoharjo, Jateng.

Restoran ini dikembangkan oleh suami dan istri berdarah Sunda, yakni Tonny Tanudjaja dan Euies Rosita Dewi.

Berawal dari hobi istri yang suka memasak, mereka pun memutuskan untuk membuka gerai masakan khas Sunda pertama mereka di The Park Mall Solo Baru.

"Kuliner yang kami sajikan ini autentik Sunda, dan karakteristiknya semacam masakan rumahan," kata Tonny Tanudjaja kepada Tribunsolo.com, Jumat (25/1/2019).

Kuliner yang disajikan beragam.

Mulai dari Mi Kocok Bandung, Empal Gepuk, Ayam Bumbu Kuning Khas Tasikmalaya, Karedok, dan Pepes Ikan Nila.

Tribunsolo.com pun berkesempatan mencicipi salah satu kulinernya, yang ternyata satu di antara yang favorit, yakni Mi Kocok Bandung.

"Mi Kocok Bandung ini spesial, mi-nya merupakan mi telur," ujar dia.

"Dan ada kikil juga bakso, baksonya ini langsung dari Bandung," kata Tonny Tanudjaja.

Benar saja, saat Tribun pertama mencoba kuah berwarna pekat, gurihnya rempah-rempah langsung dirasakan.

Lantas disempurnakan dengan kenyalnya mi berwarna kuning, segarnya campuran tauge,dan gurihnya kikil juga bakso Bandung. 

Adapun harga Mi Kocok Bandung porsi komplet (bakso dan kikil) dibanderol Rp 25 ribu, kalu hanya tambah kikil saja  Rp 20 ribu.

Harga menu lain, di antaranya,Empal Gepuk dibanderol Rp 35 ribu, Ayam Bumbu kuning khas Tasikmalaya Rp 35 ribu, dan Pepes Ikan Nila dibanderol Rp 35 ribu.

Sedangkan minuman, satu di antaranya yang khas yakni Bajigur, namun rasanya perpaduan dengan Jawa karena dicampur jahe. (*)



Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Merasakan Gurihnya Mi Kocok Sunda di Warung Makan Sunda Bu Momoh di The Park Mall Solo Baru, http://solo.tribunnews.com/2019/01/25/mmerasakan-gurihnya-mi-kocok-sunda-di-warung-makan-sunda-bu-momoh-di-the-park-mall-solo-baru.
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Junianto Setyadi